Faktor dan prosedur pengembangan sumber belajar



SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
“FAKTOR DAN PROSEDUR PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR”

 

Oleh:
Muhammad Rofiudin (18170015)


JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
TAHUN AKADEMIK 2019/2020


Faktor dan prosedur pengembangan sumber belajar
            Sesuai dengan judul tugas yang telah diberikan, saya akan menjelaskan faktor apa saja yang akan mempengaruhi sumber belajar. Serta bagaimana cara atau prosedur dalam pengembangan sumber belajar. Ada banyak sekali faktor yang dapat menunjang pengembangan sumber belajar. Setiap siswa memiliki lingkungan masing-masing. Dari sana setiap siswa akan berkembang dalam lingkungannya.
Seperti dalam pengertiannya, Sumber Belajar adalah sesuatu yang dapat mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri dapat pula merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan pembelajaran yang akan dberikan.[1] Juga di lain referensi sumber belajar (learning resources) adalah segala macam sumber yang ada di luar diri siswa yang keberadaannya memudahkan terjadinya proses belajar.[2] dari pengertiannya sendiri kita bisa menyimpulkan apapun yang terdapat pada diluar diri siswa itu adalah sebagai sumber belajar. Di luar kelas (sekolah) kita banyak belajar pula dari orang tua, saudara, teman, tetangga, tokoh masyarakat, buku, majalah, koran, radio, televisi, film, atau dari pengalaman, peristiwa dan kejadian-kejadian tertentu. Semua gumbar tersebut ternyata mempengaruhi proses belajar anak didik dan terkadang membantu memudahkan proses pembelajaran.[3]
            sumber dan media pembelajaran merupakan hal yang beragam. Banyak faktor-faktor yang menunjukkan dalam kegiatan pembelajara terdapat sumber dan medianya. Tentunya disetiap lembaga pendidikan berbeda-beda. Dalam hal ini, strauss dan frost (1999, dikutip dalam craig l. Scanlan, tt) mengidentifikasi sembilan faktor kunci yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran, yakni:
1.      Kendala sumber daya lembaga,
2.      Kesesuaian dengan materi pembelajaran,
3.      Karakteristik pebelajar,
4.      Sikap dan tingkat keterampilan dosen/guru,
5.      Tujuan pembelajaran,
6.      Hubungan dalam proses pembelajaran,
7.      Lokasi pembelajaran,
8.      Waktu pembelajaran (sinkron atau asinkron), dan
9.      Tingkat kekayaan media.[4]
Dari beberapa faktor yang disebutkan, semuanya memiliki dampak yang baik untuk peserta didik. Misalkan karakteristik peserta didik, seorang siswa yang dimiliki sekolah tertentu akan berbeda kondisinya dengan sekolah yang lain. Kebutuhan para siswa disini juga diutamakan. Sekolah yang berada di pesisir atau yang berada di daerah pelosok akan membutuhkan media dan sumber lebih sederhana. Sedangkan siswa yang berada di perkotaan atau tempat yang maju, mereka telah lebih mendapatkan media pembelajaran yang lebih baik. Oleh karena itu setiap faktor yang ada harus diperhatikan dengan benar. karena media dan sumber ini sangat mempengaruhi kualitas pesarta didik saat ini.
Berdasarkan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dunia pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran yang melibatkan guru, siswa, dan lingkungan pembelajaran yang saling berpengaruh dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Pengembangan sumber belajar dapat dilakukan oleh para manajer. Oleh karenanya kita semua yang akan menjadi calon manajer pendidikan akan mempelajari hal ini. Saya telah meresume dan mengutip dari beberapa sumber, bagaimana cara atau prosedur yang dilakukan dalam pengembangan sumber pembelajaran. Prosedur ini di sebut dengan ADDIE. Model  ADDIE memberikan kesempatan melakukan evaluasi atau revisi secara terus-menerus dalam setiap fase yang dilalui. Model ini terdiri dari 5 tahapan atau fase yaitu: [5]
1.    Analysis (analisis),
2.    Design (desain),
3.    Development (pengembangan),
4.    Implementation (implementasi),
5.    dan Evaluation (evaluasi).
Berikut tentang pengembangan sumber belajar model ADDIE:
1. Analisis
Pada tahap analisis terdiri atas 2 tahap yaitu analisis kinerja dan analisi kebutuhan. Analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan solusi sedangkan tahap analisis kebutuhan diperlukan untuk menentukan kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa untuk meningkatkan kinerja atau prestasi belajar.
2. Desain
Pada langkah ini diperlukan adanya klarifikasi program pembelajaran yang didesain sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Langkah desain harus mampu menjawab pertanyaan apakah program pembelajaran yang didesain dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan siswa.
3. Pengembangan
Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi produk untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
4. Implementasi
Tahap implementasi merupakan tahapan kegiatan yang ada hubungannya dengan mencoba produk media pembelajaran e-book secara langsung kepada pihak-pihak yang dilibatkan untuk melakukan evaluasi.
5. Evaluasi
Pada tahap evaluasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran[6]
Dengan kelima model tersebut, para pengembang sumber belajar akan tahu apa yang sedang dalam masalahnya, apa penyelesaiannya, dan penerapannya bagaimana, dan seperti apa yang akan dilakukan nanti. Semua tahapan itu merupakan hasil dari semua pihak yang membantu. Tidak hanya manajer pendidikan, melainkan juga para guru, murid, dan masyarakat sebagai wali murid.



[1] H.abd.hafid. Sumber dan media pembelajaran  (volume 6 nomor 2 tahun 2011) hal. 70
[2] musfiqon, hm. Pengembangan media dan sumber belajar. (jakarta: pt. Prestasi pustaka raya. 2012) hal. 128-129
[3] imron rosyadi . Buku ajar. Sumber dan media pembelajaran (malang: um press, 2018) hal. 76
[4] sadiman, a.s. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. (jakarta: cv. Rajawali. 1986) hal. 150
[5] wavirotin, chusnatul zulva dan yohanes hadi s.  Pengembangan media pembelajaran buku elektronik
(e-book) untuk mata pelajaran ekonomi dengan pokok bahasan perdagangan internasional kelas xi iis sma negeri 1 talun blitar  (malang:  jpe-volume 9, nomor 2, 201) hal. 124
[6] Ibid  hal. 126

Belum ada Komentar untuk "Faktor dan prosedur pengembangan sumber belajar"

Posting Komentar

Tinggalkan komentar terbaik Anda...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel